Diseminasi Hasil Penelitian INHES: Bersama Wujudkan Gizi Prima dan Kesehatan Mental Optimal bagi Remaja Gunungkidul

Gunungkidul, 7 Mei 2024. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada bersama Wageningen University and Research (WUR), Belanda, menggelar diseminasi hasil Indonesian Adolescent Nutrition and Mental Health Study (INHES). Penelitian ini mengkaji hubungan antara ketahanan pangan, status gizi, dan kesehatan mental remaja di Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta.
Acara ini dihadiri berbagai unsur Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, antara lain Sekretariat Daerah, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Dinas Pendidikan, serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul. Hadir pula perwakilan pemerintah kapanewon dan kalurahan, guru, tenaga kesehatan, serta kader dari wilayah penelitian yang terlibat sejak awal hingga akhir studi.
Pameran foto dan sambutan
Sebelum acara dimulai, peserta dapat melihat pameran foto bertajuk "Gizi Prima, Kesehatan Mental Optimal". Foto-foto tersebut merupakan hasil kegiatan photovoice yang merekam keseharian remaja Gunungkidul terkait makanan dan kesejahteraan mental mereka. Bupati Gunungkidul turut meninjau pameran ini.

Foto. Bupati Gunung Kidul ditemani tim PKMK UGM melihat hasil foto keseharian remaja
Rangkaian acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan tari penyambutan dari sanggar tari remaja Guntur Mataram Dance Company. Dr. Alida Melse-Boonstra dari Wageningen University kemudian memberikan sambutan, disusul sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Bupati Gunungkidul.
INHES Award dan peluncuran website
Salah satu momen penting dalam acara ini adalah penyerahan INHES Award kepada Duta Remaja INHES Kabupaten Gunungkidul. Penghargaan ini diberikan kepada remaja terpilih yang berkontribusi besar selama empat tahun proses penelitian.

Foto. Pemberian award kepada duta remaja INHES Gunung Kidul
Bupati Gunungkidul juga meluncurkan secara resmi website INHES (https://www.inhes.org). Website ini memuat protokol penelitian, panduan, publikasi, data tingkat kapanewon, dan berita lokal. Kehadirannya diharapkan membuat hasil penelitian lebih transparan dan mudah diakses oleh pemangku kepentingan maupun masyarakat umum.
Temuan utama penelitian
Ketua tim peneliti, Muhammad Asrullah PhD, memaparkan hasil penelitian yang dikumpulkan melalui photovoice, Participatory Learning and Action (PLA), dan diskusi kelompok terarah (FGD) bersama orang tua, guru, tenaga kesehatan, dan pemangku kebijakan. Beberapa temuan utamanya:
Pemahaman remaja tentang kesehatan mental masih rendah, dan masih ada miskonsepsi tentang makanan sehat. Makanan di rumah umumnya cukup secara jumlah, tetapi belum tentu memadai dari segi kualitas dan keragaman gizi.
Banyak orang tua belum memahami pentingnya kesehatan mental dan gizi remaja. Sebagian sudah mengenal anemia, tetapi belum mengetahui program pencegahannya melalui Tablet Tambah Darah (TTD).
Jumlah guru dan tenaga kesehatan yang terlatih untuk mendampingi kesehatan mental remaja masih terbatas, dan layanan di sekolah/madrasah belum komprehensif.
Keterbatasan anggaran dan data yang belum tersedia menyulitkan penyusunan kebijakan berbasis bukti.
Diskusi rekomendasi kebijakan
Sesi berikutnya adalah tanya jawab dan diskusi tentang rekomendasi kebijakan serta langkah lanjutan untuk mengoptimalkan gizi dan kesehatan mental remaja di Gunungkidul. Para pemangku kepentingan menyampaikan pandangan mereka, dan PKMK UGM berkomitmen menampung seluruh masukan tersebut dalam penyusunan rekomendasi kebijakan.

Foto. Diskusi rekomendasi kebijakan terkait Kesehatan mental remaja di Kabupaten Gunungkidul
Beberapa rekomendasi yang dibahas antara lain:
Membentuk tim lintas sektor untuk mengumpulkan data kesehatan mental dan ketahanan pangan secara rutin, yang terintegrasi dengan program kesehatan remaja.
Mengintegrasikan pendidikan kesehatan mental dan gizi ke dalam kurikulum sekolah, serta memastikan akses terhadap makanan sehat dan bergizi di sekolah.
Mengembangkan program magang, pelatihan, dan keterampilan khusus bagi remaja melalui kerja sama dengan sekolah dan industri lokal.
Memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk kader kesehatan, untuk meningkatkan kesadaran remaja putri agar rutin mengonsumsi TTD seminggu sekali sepanjang tahun.
Membentuk tim koordinator lintas sektor dalam Pembina UKS/M yang aktif memantau dan mengevaluasi program.
Menjalankan kampanye komunikasi dan pelatihan berjenjang bagi tenaga kesehatan dan orang tua untuk mengurangi stigma dan memperluas akses ke layanan kesehatan mental.
INHES adalah kerja sama PKMK UGM dan Wageningen University and Research. Penelitian ini didanai oleh Neys Van Hoogstraten Foundation melalui University Fund Wageningen, melanjutkan studi sebelumnya yang dilakukan pada masa pandemi COVID-19. Hasilnya diharapkan menjadi dasar intervensi dan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan remaja di Gunungkidul.
